Pedulisehat.org – Serangan jantung bukan cuma “penyakit orang tua”. Faktanya, semakin banyak anak muda dan profesional sibuk yang mengalami kondisi ini akibat gaya hidup yang gak sehat. Nah, biar kamu makin aware, yuk kenali ciri-ciri serangan jantung yang sering muncul tapi sering juga dianggap remeh!

Apa Itu Serangan Jantung?
Serangan jantung atau dalam istilah medis disebut infark miokard terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat, biasanya karena penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan zat lainnya) di pembuluh darah koroner.
Kalau gak segera ditangani, bagian jantung yang kekurangan oksigen bisa rusak permanen. Itulah kenapa penting banget untuk kenali tanda-tandanya sejak awal.
Ciri-Ciri Serangan Jantung yang Sering Terjadi
Serangan jantung bisa datang tiba-tiba, tapi seringkali memberikan tanda-tanda peringatan yang bisa kamu sadari, asal kamu peka.
1. Nyeri atau Rasa Tertekan di Dada
Ini adalah gejala paling umum. Rasanya kayak:
-
Tertekan benda berat di dada
-
Rasa panas atau seperti terbakar
-
Sakit yang bisa menyebar ke lengan kiri, rahang, leher, atau punggung
Fun fact: Gak semua serangan jantung ditandai dengan nyeri dada ekstrem. Kadang malah terasa ringan, tapi terus-menerus.
2. Sesak Napas
Merasa ngos-ngosan padahal gak lagi olahraga? Bisa jadi itu pertanda jantung kamu lagi kesulitan memompa darah dengan baik.
3. Mual, Pusing, atau Keringat Dingin
Serangan jantung bisa bikin kamu:
-
Mual atau muntah
-
Pusing kayak mau pingsan
-
Keluar keringat dingin secara tiba-tiba
4. Rasa Lelah yang Berlebihan
Kalau kamu merasa capek banget padahal gak ngapa-ngapain, apalagi kalau berhari-hari, hati-hati! Bisa jadi itu tanda jantung kamu bekerja terlalu keras.
5. Detak Jantung Tidak Normal
Palpitasi atau jantung yang berdebar nggak karuan, bisa jadi pertanda ada masalah serius.
Ciri-Ciri Serangan Jantung pada Wanita
FYI, gejala serangan jantung pada wanita kadang beda banget dari laki-laki. Berikut tanda-tandanya:
-
Rasa tidak nyaman di punggung, bahu, atau perut bagian atas
-
Rasa seperti masuk angin yang nggak hilang-hilang
-
Kelelahan ekstrem yang tiba-tiba
-
Gangguan tidur
-
Gangguan pencernaan seperti heartburn
Jangan remehkan gejala-gejala ringan ini, ya!
Apa yang Menyebabkan Serangan Jantung?
Ada banyak faktor yang bisa bikin risiko serangan jantung meningkat, terutama buat kamu yang hidupnya serba cepat dan minim istirahat.
Faktor Risiko yang Harus Diwaspadai:
-
Merokok
-
Kelebihan kolesterol jahat (LDL)
-
Diabetes
-
Kurang olahraga
-
Stres berlebihan
-
Pola makan tidak sehat (tinggi lemak jenuh dan gula)
-
Keturunan atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung
Cara Mencegah Serangan Jantung Sejak Dini
Good news! Kamu bisa menurunkan risiko serangan jantung dengan beberapa perubahan gaya hidup simpel tapi berdampak besar.
Yuk, Terapkan Ini Mulai Sekarang:
-
Rajin olahraga minimal 30 menit sehari, 5 hari seminggu
-
Hindari rokok dan alkohol berlebihan
-
Kelola stres lewat meditasi, journaling, atau quality time bareng orang tersayang
-
Konsumsi makanan sehat, kaya serat dan rendah lemak jenuh
-
Cek tekanan darah dan kolesterol secara rutin
-
Tidur cukup minimal 7 jam per hari
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan tunggu sampai parah! Kalau kamu mengalami gejala-gejala berikut, segera cari bantuan medis:
-
Nyeri dada yang berlangsung lebih dari 5 menit
-
Kesulitan bernapas
-
Pingsan atau hampir pingsan
-
Detak jantung sangat cepat atau tidak teratur
Ingat, waktu adalah segalanya saat terjadi penyakit jantung. Makin cepat ditangani, makin besar peluang untuk selamat dan pulih.
Tips Gaya Hidup Sehat ala Gen Z dan Milenial
Biar makin relate sama gaya hidup modern, coba deh terapkan tips ini:
-
Ganti snacking junk food dengan buah potong
-
Ikut kelas yoga online atau HIIT workout via YouTube
-
Pakai smartwatch untuk monitor detak jantung
-
Gunakan aplikasi untuk tracking asupan makanan & kalori
-
Pilih tangga daripada lift (serius, ini efektif!)
❓ FAQ: Serangan Jantung
Q: Apakah penyakit jantung bisa menyerang usia di bawah 30 tahun?
A: Bisa banget! Apalagi kalau gaya hidupmu penuh stres, minim olahraga, dan sering makan fast food.
Q: Apa beda penyakit jantung dan angin duduk?
A: Penyakit jantung terjadi karena aliran darah ke jantung terhambat. Sementara angin duduk (angina) adalah nyeri dada karena aliran darah ke jantung sementara berkurang. Tapi dua-duanya butuh perhatian medis serius.
Q: Apakah jantung selalu menimbulkan nyeri dada?
A: Tidak selalu. Beberapa orang mengalami gejala seperti lemas, mual, atau pusing saja.
🛑 Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bukan pengganti diagnosis medis. Kalau kamu mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasi ke dokter atau IGD terdekat.